Senin, 21 Februari 2011

Catatan

Sabtu, 5 Februari 2011 tepatnya 16 hari sebelum aku menulis artikel ini. Itulah pertama kali aku beserta sahabat lamaku berkumpul pasca lulus dari SMANSARA dan melanjutkan ke Pergururan Tinggi. Malam itu nampak cerah, seolah malam memihak kita untuk bertemu malam itu. Seperti biasa agenda yang kita jalani yaitu makan di warung kesenangan kita semua, kita biasa menyebutnya MBOK YEM, iyah itu nama warung yang menjajakan makanan seperti NasGor, Kwetiua, Mie Goreng dan lain-lain. Inilah alasan mengapa kita semua tiap mau ketemu mesti melakukan agenda makan-makan di MBOK YEM, karna disanalah harga makanan lumayan murah dan porsinya begitu banyak atau kita sering menyebutnya porsi tukang, hhehe. 

Oh iya yah, aku belum memperkenalkan satu persatu sahabat ku tersebut. Rahadi Teguh Prasetya, dialah calon programer masa depan, dia begitu semangat kalo menyangkut masalah komputer. Kami semua biasa memanggilnya Abdhel, karna hidungnya yang begitu besar sama seperti Abdhel yang ada di acara komedi Abdhel dan Temon. Cindy Ade Hapsari, cocok dengan namanya dia begitu besar, namun dialah yang paling pandai dengan pelajaran kimia, Tapi sayng dia mengambil Teknik Sipil dan semoga dia paham dengan hal yang baru. Namun ada hal jorok yang paling dia sukai yaitu Upil. Amalia Putri Firdausi, dialah si LoLa namun dibalik keLoLannya dia begitu pinter, Kita semua memanggilnya Mpok Umbel, karna seringkali dia ingusan. Dialah calon kepala pengelolaan hasil budidaya perikanan. Muh.Miftakhur Rizki,iyah kita semua sering memanggilnya Bang Udin karna dia begitu sama dengan Udin Pe'ak. Dia begitu pintar dan gampang dibodohi, karna dialah yang sering disuruh untuk membayar semua makanan kita semua. Dialah calon Menteri Kesehatan. Zeni Nur Alifiani, kami sering memanggilnya Oon kenapa? karna sifatnya yang lebay dan oon, tapi dia sok dewasa padahal tah dia juga masih kayak anak kecil. Dialah calon guru fisika dimasa yang akan mendatang. Sony Setyo Nugroho kami sering memanggilnya Estong, karna dia begitu disukai oleh guru Bahasa Perancis kami. Dialah calon Bupati Jepara di masa yang akan datang. Dan yang terakhir Hafidz Taha Indra Maulana, kita sering memanggilnya acid, karna bapaknya. Dialah calon Chef Executive Trans Corp.

Diwarung tersebut kami semua saling bercengkrama dan seperti biasa dengan ulah kami semua yang begitu konyol kita membuat warung tersebut kayak pasar (itulah kebiasaan kami, kalo sudah berkumpul). Saling bertukar pengalaman dan tidak ketinggalan saling mengejek satu sama lain. Sehabis dari Mbok Yem kami semua pindah tempat ke rumahnya Abdhel yang nampak sepi, karna ditinggal kedua orang tuanya pergi ke Semarang, disana kami semua berjanji akan sukses untuk hidup kita dan semuanya. Waktu menunjukkan pukul 10 malam dan waktuny kita semua untuk pulang kerumah masing-masing. Walaupun waktu yang begitu sedikit untuk melepas kangen, namun itu sudah cukup untuk kita semua. Dan tepatnya tadi malam sekitar pukul 11.30 malam akupun chatingan dengan Hafidz Taha Indra Maulana dan yang paling membuat aku terharu yaitu pesan terkhirnya sebelum kita menyudahi chatingan yaitu "gag perlu gelar seng duwor, seng penteng kerjaane duwur tur sukses lan ojo sampe lali mbek kancane mbiyen" yang kalo diterjemahkan dalam bahasa indonesia bebunyi "gag perlu  gelar yang besar, yang penting kerjaan atau jabatan yang tinggi dan sukses, dan jangan lupakan teman yang dulu bersama dalam suka maupun duka".

1 komentar: